Apa Itu Crowdfunding dan Bagaimana Cara Memulainya?

Apa Itu Crowdfunding dan Bagaimana Cara Memulainya?

Crowdfunding (urun dana) kini tengah menjadi skema penggalangan dana yang cukup populer di Indonesia. Penggalangan dana model ini digunakan untuk menjalankan berbagai jenis usaha, seperti  bisnis, proyek amal, usaha kreatif, dan masih banyak lagi.

Salah satu contohnya, pada 2018 lalu grup musik independen, Fourtwnty, melakukan crowdfunding untuk membiayai pembuatan album kedua mereka “Ego & Fungsi Otak.” Mereka mengumpulkan dana secara daring dari para penggemar yang membayar sejumlah uang untuk pemesanan album baru di awal. Dari skema tersebut, Fourtwnty berhasil mengumpulkan dana dari 889 pesanan untuk biaya penggarapan album.

Melihat hal itu, Crowdfunding bisa menjadi solusi dari keterbatasan untuk terus berkarya. Nah, apakah kamu kini merupakan salah satu yang mulai melirik model galang dana ini? Sebelum itu, penting buat kamu untuk mengetahui pengertian hingga tips melakukannya.

 

Apa Itu Crowdfunding?

Crowdfunding adalah cara menggalang dana dari banyak orang untuk membiayai usaha tertentu. Crowdfunding yang dikenal saat ini memanfaatkan platform digital, seperti situs web dan media sosial, untuk menjangkau lebih banyak 'donatur' atau 'investor'.

Di Indonesia, metode crowdfunding mulai dikenal pada 2012 lalu, ditandai dengan berdirinya situs galang dana Wujudkan.com. Situs Wujudkan.com pernah menjadi wadah urun dana berbagai karya besar, seperti film layar lebar karya Riri Riza dan Mira Lesmana, "Atambua 39 Derajat Celcius".

Sayangnya, karena masalah operasional situs ini kemudian ditutup pada 2017. Meski begitu, setelah kemunculan Wujudkan.com, situs crowdfunding lainnya mulai bermunculan dan masih cukup berkembang hingga sekarang, misalnya Kitabisa.com, Ayopeduli.id, dan Gandengtangan.co.id.

 

Jenis-jenis Crowdfunding

Sesuai tujuannya, saat ini ada beberapa jenis crowdfunding yang umum dikenal, antara lain:


  • Securities-based Crowdfunding
  • Jenis ini merupakan metode pengumpulan dana yang dilakukan pemilik usaha dengan skema patungan untuk memulai dan mengembangkan bisnis mereka. Para investor sebagai sumber dana mendapatkan janji untuk bisa membeli atau mendapatkan kepemilikan melalui saham, obligasi (surat bukti kepemilikan utang), atau sukuk (surat tanda kepemilikan bersama) saat usaha telah berjalan nantinya.


  • Donation-based Crowdfunding
  • Jenis ini merupakan cara penggalangan dana untuk kegiatan amal. Dilansir Bisnis (2022), volume transaksi crowdfunding berbasis noninvestasi cukup menjanjikan sebagai sumber dana kegiatan sosial atau usaha kreatif. Contohnya, sejak berdiri 2013 lalu, Kitabisa.com–yang terkenal sebagai platform donasi–telah berhasil menggalang dana dari masyarakat sekitar Rp 835 miliar.


  • Peer-to-peer Lending (P2P Lending)
  • Jenis ini memungkinkan seseorang mendapatkan pinjaman langsung dari pihak lain tanpa perantara bank atau lembaga keuangan lainnya. Salah satu perusahaan yang berbasis P2P Lending yang cukup dikenal adalah Gandengtangan.co.id.

     

    Cara Melakukan Crowdfunding

    Secara garis besar, kegiatan crowdfunding dibagi menjadi tiga, yaitu persiapan, penggalangan dana, dan pengelolaan dana. Supaya crowdfunding yang kamu lakukan ke depan dapat berjalan lancar dan sesuai tujuan, ikuti beberapa tips berikut.


  • Lakukan Riset pada Proyek Serupa
  • Beberapa situs crowdfunding tidak menghapus kampanye yang telah selesai. Itu merupakan peluang bagus untuk mempelajari proyek yang hampir serupa dengan milikmu, baik yang berhasil maupun tidak.

    Dari proyek yang berhasil, kamu bisa memperhatikan ide, dana yang dibutuhkan, metode kampanye, tim yang terlibat, hingga rentang waktu yang disusun. Setelah itu, kamu bisa membandingkan dengan proyek serupa lainnya yang tidak berhasil. Buatlah analisis yang membedakan keduanya sehingga kamu dapat memilih cara terbaik untuk menjalankan proyek nantinya.


  • Buat Ide Proyek yang Jelas
  • Investor atau donatur sudah pasti akan selektif dalam memilih proyek yang akan mereka danai. Oleh karena itu, buatlah ide proyek sejelas dan serealistis mungkin. Berikan alasan mengapa proyek tersebut harus dilakukan, siapa saja targetnya, dan bagaimana keuntungannya. Jangan lupa siapkan rencana mitigasi dari risiko yang mungkin terjadi.


  • Tentukan Jumlah Dana yang Dibutuhkan
  • Selanjutnya, penting buat kamu untuk memasang target jumlah dana yang dibutuhkan. Tentukan jumlah dana yang realistis sesuai jenis proyek yang akan kamu eksekusi. Kemudian, perhatikan rentang waktu pemenuhan dari target dana tersebut.


  • Pilih Platform yang Tepat untuk Kampanye
  • Pilihlah platform terbaik dengan menyesuaikan kebutuhan dan sasaran kampanye. Pastikan juga bahwa platform tersebut telah mengantongi izin dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) sehingga kamu akan terhindar dari masalah keuangan.

    Setelah itu, kamu dapat mulai menyusun kampanye dari proyekmu. Kamu bisa melakukannya dengan menyusun narasi yang menarik dan dilengkapi gambar atau video pendukung yang memperkuat gagasanmu. 


  • Buat Hubungan yang Baik dengan Investor
  • Usai mendapat dana dari investor, berikan apresiasi dengan mengucapkan terima kasih atas partisipasi mereka pada proyekmu. Setelah itu, sampaikan update dari penggunaan dana mereka. Dengan menjalin hubungan yang baik, investor berpeluang untuk ikut kembali berpartisipasi pada proyekmu selanjutnya.

    Itulah serba-serbi mengenai crowdfunding yang tengah menjadi tren penggalangan dana saat ini. Untuk makin memantapkan langkah, kamu juga bisa menggali informasi dari pihak-pihak yang sudah berpengalaman. Kuncinya, kumpulkan informasi sebanyak mungkin dan saring mana yang paling sesuai dengan proyekmu.

    Kembali ke blog