Kenali 5 Jenis Tipografi dan Manfaatnya dalam Dunia Desain Grafis

Kenali 5 Jenis Tipografi dan Manfaatnya dalam Dunia Desain Grafis

Dalam kehidupan sehari-hari, kita tidak bisa lepas dari mencerna kata-kata. Misalnya saja saat kita melihat ponsel, googling, atau berada di restoran, selalu ada kata-kata yang kita baca. Kata-kata tersebut kemudian bisa secara langsung maupun tidak langsung mempengaruhi keputusan kita akan beberapa hal. Nah, ternyata di balik rangkaian kata tersebut ada peran tipografi. Tipografi sendiri sering digunakan untuk  keperluan percetakan atau promosi.

 

Apa itu Tipografi?

Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), tipografi berarti ilmu cetak atau seni percetakan. Sementara jika lebih luas lagi, tipografi merupakan seni mengatur huruf dan teks sehingga hasilnya dapat dibaca dengan jelas jelas dan menarik perhatian pembaca secara visual. Tipografi meliputi pemilihan gaya font, tampilan, dan struktur, yang bertujuan memunculkan emosi serta menyampaikan pesan tertentu.

 

Mengapa Tipografi Penting?

Pada dasarnya, tipografi yang baik akan membentuk hierarki visual yang kuat, yaitu sebuah prinsip tata letak elemen desain dengan menempatkan bagian penting terlebih dahulu dan disusul dengan hal-hal tambahan. Dengan mengaplikasikan prinsip tipografi yang tepat, akan menghadirkan berbagai manfaat dalam kegiatan percetakan dan promosi, seperti:

  • Tipografi dapat membangun pengenalan sebuah merek.
  • Tipografi dapat menarik perhatian pembaca.
  • Tipografi dapat mempengaruhi pengambilan keputusan pembaca atau konsumen.

 

Jenis-Jenis Tipografi

Sebelumnya, terdapat tiga jenis tipografi dasar yang sering digunakan dalam dunia desain grafis, yaitu serif, sans-serif, dan dekoratif. Meski begitu, kemudian turut berkembang berbagai jenis tipografi lainnya. Berikut merupakan lima jenis tipografi yang bisa kamu gunakan dalam percetakan maupun promosi.

1. Serif

Dalam Tipografi Serif, jenis huruf yang ada umumnya berupa garis tipis dan memiliki kait pada bagian ujung goresan. Merujuk ke berbagai sumber, tipografi Serif juga sering disebut sebagai huruf Roman karena pertama kali digunakan oleh bangsa Romawi.

Tipografi Serif dianggap lebih mudah dibaca untuk jenis tulisan panjang. Oleh karena itu, tipografi ini seringkali digunakan dalam buku, majalah, dan surat kabar.

Beberapa jenis font dalam tipografi Serif antara lain:

  • Serif Gaya Lama: Adobe Jenson, Goudy Old Style, dan ITC Berkeley Oldstyle.
  • Serif Transisi: Times New Roman,  Americana, dan  Baskerville.
  • Serif Glyphic: Albertus, Friz Quadrata, dan Cartier Book.
  • Clarendon Serif: Clarendon, Bookman, dan Nimrod.

2. Sans-Serif

Kata sans dalam bahasa Prancis berati ‘tanpa’, sedangkan serif berarti ‘kait’. Maka dari itu, tipografi Sans Serif merujuk kepada jenis-jenis huruf yang tidak memiliki kait pada ujung goresan mereka.

Jenis tipografi ini dapat menampilkan kesan minimalis dan modernitas. Beberapa perusahaan besar bahkan menggunakan font ini untuk logo mereka, seperti Gojek, Google, Spotify, dan Netflix.

Adapun beberapa kelompok font dalam tipografi Sans-Serif di antaranya:

  • Neo-Grotesque: Helvetica, Roboto, dan San Francisco.
  • Grotesque: Monotype Grotesque, News Gothic, dan Venus.
  • Humanis: Tahoma, Calibri, Verdana, dan Trebuchet.
  • Geometric: Gotham, ITC Avant Garde, dan Avenir.

 

3. Dekoratif

Tipografi dekoratif juga disebut sebagai tipe display. Font pada jenis ini biasanya digunakan untuk judul atau untuk sejumlah teks dalam ukuran besar, seperti di kartu ucapan, logo, dan poster.

Beberapa tipografi dekoratif ada yang digambar tangan atau juga dibuat dari komputer dengan modifikasi desainer sesuai tujuan tertentu. Oleh karena itu, wajar jika jenis font ini memiliki banyak variasi yang sangat berbeda satu sama lain.

Beberapa font yang masuk dalam tipografi dekoratif antara lain:

  • Font Disney
  • Joker
  • Magneto
  • Art Deco
  • Mojita
  • Swashington
  • Vallely
  • Outistyle

 

4. Script

Jenis tipografi ini seolah-olah ditulis dengan pena, kuas, ataupun spidol. Mengutip dari Threerooms, tipografi Script terbagi menjadi dua, yakni:

  1. Formal Scripts:  Jenis ini memiliki tampilan yang elegan dan lebih tradisional sehingga seringkali digunakan untuk undangan dan pengumuman lainnya.
  2. Casual Scripts: Jenis ini berupa bentuk-bentuk informal yang berpadu dengan sentuhan tulisan tangan. Casual Scripts cukup menarik dan sering digunakan di berbagai media dan identitas merek tertentu.

Beberapa jenis font yang populer untuk tipografi ini adalah Liesel, Amarone, dan Bayamo.

 

5. Slab Serif

Sesuai namanya, Slab Serif memuat jenis font serif (berkait) yang tebal. Pangkal  font ini bisa berbentuk tumpul dan bersudut atau membulat.

Dengan karakteristiknya yang tebal dan mudah dibaca dari jarak jauh, tipografi Slab Serif banyak digunakan pada billboard, iklan, poster, dan pamflet. Beberapa jenis font yang populer antara lain, Memphis, Rockwell, Karnak, Beton, Rosmini, City, dan Tower

 

Itulah lima jenis tipografi yang bisa kamu gunakan saat mendesain berbagai keperluan. Ingat, sesuaikan jenis tipografi dengan produk yang ingin kamu hasilkan. Sebab jika salah memilih, bisa jadi maksud dan tujuanmu tidak akan tersampaikan dengan maksimal.

Kembali ke blog